Sejak Usia / Umur Berapa Anak Mulai Wajib Berpuasa

Sejak Usia / Umur Berapa Anak Mulai Wajib Berpuasa – Sebagai orang tua kadang kita tak tega melihat anak berpuasa, namun dalam syariat islam ada batasan-batasan tertentu dalam hal ini mengenai umur atau usia anak diwajibkan berpuasa terutama di bulan ramadhan, berikut ini admin infomuslim.net rangkai dalam sebuah tanya jawab.
Hukum Puasa Untuk Anak
Tanya:
Sejak kapankah anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan, harus berpuasa? Adakah batas umur tertentu yang ditetapkan syariat untuk itu?

Jawab:
Dari Aisyah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda: “Diangkat pena dari tiga maca orang, yaitu dari anak kecil sampai ia dewasa, dari orang tidur hingga ia bangun, dan dari orang gila hingga ia normal.” *

Maksud ungkapan diangkat pena dalam hadits ini ialah “tidak dibebani tugas”.

Namun dmeikian, Islam sebagai ad-din yang memelihara tabiat manusia menganjurkan umatnya agar melatih anak-anak untuk melakukan ibadah dan ketaatan sejak kecil. Hal ini bertujuan agar mereka terbiasa melakukannya. Kita temukan suatu hadits yang berisi anjuran shalat bagi anak-anak:

Dari Abdullah bin Amr bin Ash r.a., Rasulullah saw. bersabda: “Suruhlah anak-anakmu melakukan shalat pada waktu berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka bila meninggalkannya ketika berusia sepuluh tahun.” (HR Ahmad, Abu Daud, Hakim).

Kita tahu bahwa puasa juga merupakan ibadah dan kewajiban seperti halnya shalat. Oleh karenanya yang wajib dilakukan ialah melatih anak-anak untuk melaksanakannya. tetapi persoalannya, sejak umur berapakah laithan itu mulai dilakukan?

Tidak ada keharusan bagi anak-anak untuk melakukan puasa ketika berumur tujuh tahun, karena puasa lebih berat daripada shalat. Sehingga persoalan ini kembali kepada kemampuan si anak. Apabila orang uta atau wali melihat bahwa anak tersebut sudah mampu berpuasa –meskipun hanya beberapa hari dalam sebulan– hendaklah ia melatihnya berpuasa. Hendaklah latihan ini dilakukan secara bertahap, tahun demi tahun. Pada tahun mulai berpuasa, misalnya anak-anak disuruh berpuasa tiga hari, tahun berikutnya seminggu, tahun berikutnya lagi lima belas hari, hingga pada tahun sesudahnya ia berpuasa sebulan penuh. Maka jika telah tiba waktu baligh –yaitu waktu taklif– ia tidak akan keberatan melakukannnya karena sudah terbiasa.

Inilah salah satu bentuk pendidikan Islam yan gmengajarkan dan melatih anak sejak kecil, sehingga jika tiba saat baligh ia akan siap dan mampu memikul kewajiban. Seorang penyair berkata:

Pendidikan adab itu berguna
Ketika usia masih muda belia
Tetapi ia tak lagi berguna
Ketika usia telah merambat tua
Ranting-ranting pohon itu bila engkau luruskan
Ia akan tegak lurus
Tetapi bila telah menjadi batang
engkau takkan dapat meluruskannya

Oleh karena itu, bagi orang orang tua dan wali, hendaklah membiasakan anak-anak mereka untuk melakukan shalat dan puasa.

*Hadis riwayat Ahmad, Abu Daud, Nasa’i, Ibnu Majah, dan hakim dari Aisyah dengan isnad shahih. Diriwayatkan pula oleh Ahmad, Abu Daud, dan Hakim dari Ali dan Umar dengan lafal-lafal yang hampir sama dari berbagai jalan yang saling menguatkan.

Dr Yusuf Qardhawi disarikan dari Fatwa-Fatwa Kontemporer Jilid 1, Gema Insani Pers.

Kategori: Fiqih, Puasa, Tanya Jawab Tags: , , , , , , , ,